Powered By Blogger

Minggu, 04 Januari 2015

Mungkin memang harus belajar kembali ^-^


Lelaki Sejati

Aku bertanya pada Umi, 
bagaimana memilih Lelaki Sejati ? 
Umi menjawab,  

"Nak ...,

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, 
Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, 
Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran 

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, 
Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa 

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat bekerja, 
Tetapi dari bagaimana dia dihormati di dalam rumah 

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, 
Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan 

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, 
Tetapi dari hati yang ada dibalik itu 

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yg memuja, 
Tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya 

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan, 
Tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan 

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci, 
Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.."

#Jadigitu

Minggu, 28 Desember 2014

Beng-beng

Sore itu ...
Setelah Praktikum biokimia selesai, Coki bergegas menuju parkiran masjid An-Nahl untuk menemui ciko yang ditemani oleh irma.. Kebetulan mereka berdua merupakan rekan kerja coki saat mengadakan suatu event besar dikampusnya.. "Hai coki ?" Saut ciko dan irma.. cokipun membalas dengan senyuman.. Perbincanganpun dimulai, banyak hal yang mereka perbincangkan mengenai kemajuan event yang sedang mereka kerjakan itu.. Di tengah perbincangan adit seorang anak laki-laki yang diketahui oleh orang diluar sana menyukai ciko sejak saat masa pola pembinaan, datang dan menghampiri ciko.. entah apa yang mereka perbincangkan yang jelas setelah perbincangan itu adit langsung pergi berlari entah kemana.. ditengah perbincangan mengenai event tersebut coki yang ingat bahwa dirinya belum menunaikan ibadah shalat ashar meminta izin kepada ciko dan irma untuk pergi menuju masjid yang berada tak jauh dari posisi mereka berada.. ciko dan irmapun menginjinkan...

15 menit setelah itu cikopun keluar dari masjid dengan muka yang kelihatan lebih segar dari pada sebelum ia keluar dari laboratorium biokimia yang kelihatan sedikit kusam.. Perbincangan mengenai event tersebut dimulai kembali hingga jam tangan coki menunjukan pukul 17.00 WIB.. dan perbincanganpun selesai dan saatnya kami pulang.. Saat Coki menyalakan starter motornya irma dan ciko meminta izin kepada coki untuk ikut nebeng sampai gerbang depan kampus, cokipun menginjinkan.. Saat motor coki akan berjalan, dari bawah masjid adit berlari-lari dan meminta coki menghentikan motornya terlebih dahulu.. Adit menghampiri ciko dan memberikan kejutan kepadanya berupa rangkaian hurup mereka berdua yang dirangkai oleh beberapa cemilan yang bernama beng-beng.. Semua orang disana berteriak dan memberikan tepuk tangan kepada adit, hanya coki yang terlihat wajahnya kusam kembali.. Irma bilang "cok, kamu gapapa ?" Dengan nada yang sedikit siniscoki berbicara kepada ciko "Ayoo, katanya mau pulang uda kesorean nih!".. "Iya bentar" saut ciko yang setelah itu berterimakasih kepada adit..

Dengan motor coki, mereka bertigapun pergi meninggalkan parkiran masjid tempat dimana coki kesal kepada ciko.. Karena diketahui bahwa baru beberapa hari kemarin ternyata coki sedikit menyimpan hati kepada ciko... diperjalanan ciko terlihat tersenyum-senyum saat memperbincangkan kejadian tersebut bersma irma, coki hanya bisa terdiam dan bicara seadaanya.. Sampailah kami didepan gerbang kampus, ciko dan irma berterimakasih kepada coki yang telah memberikan tumpangan kepada mereka, dan sebelum pulang dengan tersenyum ciko memberikan beng-beng hasil pemberian adit kepada coki, tapi dengan seribu alasan coki menolak pemberian ciko, yaiyalah bagaimanapun juga karena beng-beng tersebut telah menghancurkan perasaan coki kepada ciko... Tapi ciko tetap memberikan beng-beng tersebut yang disimpan melalui resleting tas belakang coki... setelah itu cokipun menancapkan gas dengan kencang dan meninggalkan ciko dan irma..

Sesampai dihalaman rumah, coki membuka resleting yang berisi beng-beng yang telah diberikan ciko kepadanya.. tak lama kemudian coki melempar beng-beng tersebut sejauh mungkin, kemudian ia buka pintu rumah dan memasukkan motornya terlebih dahulu sebelum ia mengurung diri didalam kamarnya.. 

Malam berganti pagi,
Pada hari ini sebenarnya ada acara yang mengharuskan coki, ciko, irma dan teman-teman yang lainnya datang menghadiri acara tersebut.. Namun bagi coki, Coki memilih untuk mengerjakan hal lain dibanding harus bertemu kembali dengan ciko yang hari kemarin melukai perasaannya.. dihalaman rumah, coki membuat kandang burung untuk sedikit mengurangi perasaan galaunya, burung merupakan binatang yang sangat digemari coki pada saat itu..

Setelah selesai membuat kandang, coki menuju kamarnya untuk beristirahat, ketika ia memasuki kamar ponselnya berbunyi, dan ternyata setelah coki cek irma menelponnya.. coki merejectnya, ketika coki mengecek ponselnya ada 11 panggilan tidak terjawab dari ciko dan irma serta beberapa sms dari mereka yang menanyakan keberadaan coki, ponsel cokipun berdering kembali, coki mengangkatnya lalu bilang kepada irma setengah jam lagi coki sampai ditempat diadakannya acara tersebut.. iapun bergegas menuju kamar mandi dan mengeluarkan motor dari rumahnya..

Sesampai ditempat tersebut, coki duduk ditempat yang jauh dari penglihatan ciko dan irma..jam tangan cokipun menunjukan pukul 14.00 WIB dan acarapun selesai.. setelah acara tersebut selesai ciko dan irma menghampiri coki, banyak hal yang ciko bicarakan kepada coki tapi coki selalu menghiraukan ciko, karena mungkin coki telah merasa tidak nyaman dengan ciko, dengan nada tinggi coki membentak ciko stelah itu cikopun menangis.. irmapun marah kepada coki yang telah bersikap kekanak-kanakan.. coki hanya bisa menyesal dengan apa yang telah ia perbuat, di luar ruangan ketika coki meminta maaf sekarang giliran ciko yang menghiraukan pembicaraan coki... Coki membuka tas yang berisi hadiah pada acara tersebut, hadiah pada saat ice breaking acara.. dan salah satu hadiah yang ia dapat adalah sebuah pigura kosong, tanpa berpikir panjang ia langsung mengeluarkan kertas dan menuliskan pena diatasnya, isi tulisan tersebut kurang lebih seperti ini "Ciko maafin coki ya" hehe alay memang tapi coki memberanikan diri untuk memberikan pigura yang telah berisi ucapan maaf itu kepada ciko, setelah ciko menerimanya cikopun tersenyum kepada coki.. suatu moment yang menggambarkan bahwa ciko akhirnya memaafkan coki...

Hari-haripun telah mereka lewati, canda tawa duka mewarnai kisah mereka... dari hari kehari kedekatan diantara mereka semakin erat, dengan kondisi coki yang tetap selalu ilfeel ketika mendengar kata beng-beng, dibalik semua itu cikopun selalu menawari coki untuk memakan cemilan kegemarannya itu, tetapi coki selalu menolaknya... Hingga pada saatnya ketika ada suatu hal yang mengharuskan mereka untuk berpisah, keadaan mulai berbalik coki yang dulunya ilfeel dengan beng-beng, sekarang hal tersebut berbeda ia malah menggemari cemilan yang bernama beng-beng itu, dan selalu memakannya ketika ia merindukan ciko.. Coki berkata Hanya dengan memakan beng-beng kerinduan kepada ciko itu terobati ...